Workflow Software Specialize

April 30, 2009

Pindah alamat ke lotusid.wordpress.com

Filed under: Uncategorized — wgun @ 10:31 pm

Alamat ini tidak akan diupdate lagi !
Please click here

Migrate Lotus Notes

Filed under: Domino Administration — wgun @ 1:53 pm

Dalam 1Q udah dapat dua project untuk migration. Migration Lotus Notes-nya bukan sekedar migration, tapi termasuk juga membersihkan “kotoran-kotoran” dari previous setting. Alasan untuk migrate-pun memang juga untuk resetting ulang semua kekacauan yang ada.

Berikut ini beberapa alasan migration atau kalo boleh diistilahkan resetup ulang:

  1. Tidak adanya standarisasi implementasi. Semuanya “sak enak udelnya” register server maupun person. Apalagi ditambah udah banyak tangan yang pernah me-manage server ini, jadi pertanggungjawabnya sudah tidak jelas.
  2. Migrate Domino server version dari versi-versi sebelumnya tapi tidak meng-update fitur-fitur baru. Mungkin banyak company yang bilang bahwa Domino saya sudah R7/R8. Pertanyaannya tahu enggak upgrade R7 itu ada fitur apa ? Berguna enggak buat company elo ? Kalo iya ya dipake dong ! Contoh fitur policy, journalling, traveler, sametime (free license for chat only), dst.
  3. Pindah strategy dari Lotus Notes client ke fully web

Berikut ini problem-problem yang muncul saat terjadi migrate atau re-setup:

  1. Mail ter-encrypt
  2. Archieve local
  3. Migrate applications

Experience migration dari kedua project dalam Q1 ini cukup besar juga, yaitu migrate dari 800 users menjadi diatas 2000 users-an dan mengubah konsep dari Lotus Notes client menjadi fully Web Access. Yang kedua adalah migrate sekitar 800 users-an tapi tetap pakai Notes Client. Ternyata lebih mudah yang pertama, karena tidak diribetkan dengan client. Di project kedua tantangannya adalah migrate client dengan setup ID baru ke 800 users dimana users tidak mau kehilangan apapun yang sudah ada. Wah seru juga tapi akhirnya berhasil juga.

Untuk melakukan migration ini akhirnya saya berhasil membuat sebuah program yang sangat membantu banget untuk:

  1. Me-migrate Lotus Notes Users ID dari previous menjadi new sesuai dengan standard, biasanya sih ada hubungannya dengan database kepegawaian, karena kebanyakan registration sebelumnya ngaco dan tidak mengacu ke data kepegawaian,
  2. Setting ACL ulang mail box lama ke nama baru
  3. Setting profilling email

Dampak dari migration buat customer tersebut:

  1. Setting terstruktur dan mudah ditelusuri karena ada standarisasinya
  2. Punya kemampuan link dengan sistem lain, karena biasanya ada key yang bisa diciptakan untuk link-nya, umunya NIP=No Induk Pegawai
  3. Users diberi banyak alternatif untuk akses email, yang semula hanya client, sekarang bisa web, mobile handheld

Ya semoga apa yang sudah dikerjakan bisa dilanjutkan oleh masing-masing admin local.

Tertarik lagi untuk aktifkan blog ini

Filed under: Just .... — wgun @ 1:33 pm

Setelah sekian lama lupa, saat membaca blog beberapa temen, terpikir untuk mengaktifkan blog ini. Semoga ini bukan keinginan yang “hangat-hangat tahi ayam” tapi bisa terus.

Februari 12, 2009

so long time not post any notes

Filed under: Just .... — wgun @ 1:49 am

just realize that i never update my blog start from aug 2006 or 2.5 years. so where am i for this period ? just doing-doing and doing without take some times to relect my self. so i’m commit to update montly.

Agustus 3, 2006

Core Bisnis Solution, Workflow and Workflow Engine (Bagian I)

Filed under: Workflow — wgun @ 7:04 am

Bicara tentang solusi IT untuk Corporate bisa dibagi menjadi 3 bagian besar, yaitu Supply Chain, Core Bisnis Solution, dan CRM. Supply Chain adalah aplikasi yang menangani B2B antara supplier dengan Corporate. Core Bisnis Solution adalah aplikasi yang menangani bisnis inti dari Corporate, contoh dalam hal ini adalah ERP untuk Manufacturing, Banking System untuk Perbankan. CRM atau Customer Relationship Management adalah aplikasi yang ditujukan untuk menangani interaksi antara Corporate dengan Pelanggan-nya. Bicara tentang Core Bisnis Solution, biasanya sistem yang ada disana adalah sistem yang baku dan jarang berubah, sehingga aplikasi yang dibuat juga tidak membutuhkan perubahan yang sering. Umumnya aplikasi di bagian ini akan berubah jika bisnis inti dari Corporate tersebut berubah. Berbeda dengan Supply Chain dan CRM, dimana ini menyangkut entitas yang diluar dari Corporate. Karena berhubungan dengan entitas diluar Corporate, maka Corporate tidak bisa mengontrol atau memaksakan aturan dengan “semena-mena” dengan entitas tersebut. Dengan demikian aplikasi yang dibangun juga harus siap mengalami perubahan dan diharapkan dengan cara yang “mudah, murah” untuk melakukannya. Satu lagi menyinggung masalah CRM, Customer disini jangan hanya dilihat sebagai pelanggan, karena pelanggan dalam hal ini bisa juga berarti pegawai dalam Corporate atau pemegang saham yang berada diluar Corporate.

Berbicara tentang solusi IT bagi Supply Chain dan CRM akan jauh berbeda “behavior software-nya” dibandingkan dengan Core Bisnis Solution. Core Bisnis Solution biasanya berupa aplikasi Transactional Based System, disana dibutuhkan kemampuan seperti Locking, Rollback, dan seluruh kemampuan Relational Database. Sedangkan untuk Supply Chain dan CRM lebih berbicara tentang interfacing antara sistem, kemampuan collaboration seperti workflow, chatting, online meeting. Nah disini muncul adanya workflow. Penjelasan tentang Workflow dan apa itu Workflow Engine akan dijelaskan Bagian II.

Bagi vendor-vendor besar, sebut saja SAP dan Oracle, sudah menyediakan ketiga kebutuhan tersebut diatas. Apakah itu sebuah jawaban yang bagus bagi Corporate ? Ya di satu sisi tapi tidak untuk sisi yang lain. Disebut solusi bagus karena Integrated System atau 1 Vendor dan dengan 1 Vendor biasanya masalah interconnectivity antar solusi tidak perlu dipermasalahkan lagi. Jadi tidak terjadi masalah-masalah seperti in-compatibility, conflict “resources” dst. Tapi disisi buruknya lebih banyak, yaitu masalah adaptation oleh pemakai, deployment, dan customizing dan semuanya berbicara tentang biaya dan waktu. Dibawah ini penjelasan dari sisi buruk-nya:
1. Masalah adaptasi oleh pemakai, biasanya dalam sebuah aplikasi besar interface adalah sesuatu yang rumit atau panjang. Saya sebut dengan “atau” karena bisa salah satunya atau keduanya. Hal ini sangat wajar mengingat solusi tersebut adalah solusi integrated, dimana harus memikirkan banyak sisi. Dengan demikian para pemakai, untuk bisa memakai, membutuhkan waktu training yang khusus dan bukan itu saja, juga membutuhkan waktu praktek atau adaptasi yang lama. Coba dibayangkan jika suatu saat pemakai tersebut diganti dengan personnel yang baru, maka proses belajar akan berulang lagi.
2. Masalah Deployment, tidak pernah ada deployment aplikasi integrated dalam hitungan bulanan semuanya pasti tahunan (sampai live lho). Untuk develop aplikasi Core Bisnis Solution tidak masalah, karena sekali aplikasi dibuat tidak perlu atau jarang diubah dikemudian hari. Jadi “worth” untuk men-deploy sebuah aplikasi yang dibangun dalam hitungan tahun, karena untuk solusi tahunan juga. Bagaimana dengan CRM dan Supply Chain yang berubah-ubah ?
3. Customizing, seperti yang dijelaskan diatas bahwa CRM dan Supply Chain “hidup” di dunia yang berubah. Pelanggan berubah kebutuhannya, Pegawai berubah permintaannya, Supplier berubah proses kerjanya. Padahal untuk melakukan perubahan di sebuah aplikasi Integrated akan sangat lama dan yang pasti sangat mahal. Mahal karena resource yang ada jarang dan butuh experties yang benar-benar berpengalaman, karena kalau tidak apakah mau karena perubahan, aplikasi menjadi down dan data rusak ? Biayanya akan lebih mahal lagi.

Cari alternatif lain lain ? Tunggu di tulisan bagian ke II, sebuah solusi yang lebih “User Friendly” dari sisi harga dan waktu.

Tema: Silver is the New Black. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.